close

Badan Narkotika Amerika Berikan Pelatihan Penyidikan Narkotika Kepada Penyidik BNN

oleh -
Pelatihan Penyidikan Narkotika

JURNALIS INDONESIA.ID, JAKARTA – Kejahatan narkotika saat ini telah menjadi kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) dan  mengancam kelangsungan generasi sebuah bangsa. Tak ada pilihan lain, genderang perang melawan narkotika pun harus digaungkan dan menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa Indonesia.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai garda terdepan pemberantasan peredaran gelap narkotika di Indonesia menyadari betul akan bahaya narkotika yang mengancam generasi muda dan masyarakat Indonesia.

Berbagai upaya telah dilakukan BNN dalam mencegah dan memberantas narkotika melalui program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Melihat kegigihan dan upaya yang dilakukan BNN tersebut, maka Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA) mengapresiasi dan memberikan kontribusinya dengan melakukan kerjasama melalui pelatihan penyidikan bagi para penyidik narkotika BNN agar dapat bekerja lebih profesional dan moderen dalam menangani permasalahan  narkotika di Indonesia.

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Badan Narkotika Amerika Serikat dalam hal ini Joint Inter-Agency Task Force (JIATF ), International Narcotics Law Enforcement (INL) menggelar pelatihan “Advanced Narcotics Investigation Course” bagi para penyidik narkotika BNN, yang diselenggarakan di Lido Bogor, Jawa Barat,  Indonesia.

Pada acara pembukaan kegiatan pelatihan tersebut, Kepala BNN RI yang diwakili Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Drs. Puji Sarwono mengatakan bahwa seorang penyidik dalam melakukan investigasi melalui teknis dan taktis surveillance, undercover buy, dan raid planning execution yang harus dilakukan secara benar,  profesional serta sesuai dengan Standard Operational Procedure dan peraturan perundangan yang berlaku. Pelatihan ini terselenggara berkat hubungan dan kerjasama yang baik antara BNN RI dengan DEA Amerika Serikat, dan diharapkan kerjasama ini dapat berjalan lancar serta  terselenggara secara rutin tiap tahunnya.

Pimpinan BNN berharap kerjasama ini dapat terus terjalin dan dilakukan secara berkelanjutan, karena pelatihan ini selain dalam rangka pembentukan agent of change juga sebagai sarana tukar menukar informasi antar penyidik narkotika.

“Kepada seluruh peserta pelatihan, saya ucapkan selamat belajar,” ujar Puji mengakhiri sambutannya di hadapan para peserta pelatihan. Selasa (2/12/2019).

Pelatihan ini diselenggarakan di PPSDM Lido dan digelar mulai tanggal 2 Desember hingga 20 Desember 2019 yang diikuti puluhan penyidik dari BNN RI, BNNP DKI Jakarta, BNNP Jawa Barat, BNNP Lampung, BNNP Bali, BNNP Kalimantan Barat, BNNP Sumatera Utara, Polri, dan Bea Cukai.

Para peserta akan mendapatkan pelatihan berupa materi pengembangan kasus, operasi pengawasan, teknik penangkapan, perencaraan operasional,  operasi penyamaran, dan  teknik wawancara. RDS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *