close

Cara Pengambilan Motor yang Ditahan di Polres Sumenep karena Knalpot Brong

oleh -

JURNALIS INDONESIA.ID, SUMENEP – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur menjelaskan cara pengambilan kendaraan bermotor roda dua yang dibawa dan ditahan di Mapolres Sumenep.

Karena menggunakan knalpot brong dan ban kecil beserta lainnya. Proses pengambilannya baru bisa diambil oleh pemilik kendaraan setelah dilakukan gelar sidang.

“Pemilik kendaraan bisa mengambil motornya setelah selesai digelar sidang. Dengan langsung datang ke Mapolres dibagian tilang dengan menunjukkan STNK, BPKB serta bukti-bukti sidang,” terang AKP Deddy Eka Aprianto, saat ditemui jurnalisindonesia.id diruang kerjanya, Jum’at (14/2/2020) sore.

Baca juga: Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Sumenep

AKP Deddy Eka Aprianto yang biasa dipanggil Deddy juga menambahkan, selain membawa dan menunjukkan yang disebutkan diatas, pemilik kendaraan bermotor juga harus membawa sparepart asli bawaan dari pabrik yang keluar pertama saat mau mengambil kendaraannya.

“Misalnya yang diganti knalpot atau ban serta yang lainnya harus diganti, dilengkapi semua. Jadi bagaimana keluar dari Polres sudah sesuai standar aturan LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan),” jelasnya.

Deddy menyebut, kendaraan bermotor yang ditahan di Mapolres, tapi belum diambil pemiliknya setelah digelar sidang tidak ada batas waktu pengambilan, kapan pun bisa diambil.

Hanya saja, Deddy menyatakan, ketika kendaraan tersebut lama tidak diambil pemiliknya, maka akan dilakukan pengecekan nomor angka dan nomor mesin.

“Sehingga nanti diketahui, motor tersebut ada kaitannya dengan pidana atau tidak, baru kita tahu setelah di cek fisik semua kendaraan,” katanya. ILY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *