close

Catatan Prestasi Briptu Heidar Saat Selediki KKSB Sejak 2016

oleh -
Briptu Heidar Gugur Dalam Tugas di Papua

JURNALIS INDONESIA.ID, JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Heidar memiliki prestasi yang cukup baik dalam tugasnya mengungkap kasus berkaitan dengan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak, Papua.

Heidar diketahui telah melakukan penyelidikan terkait KKSB sejak 2016. Sejumlah penangkapan pernah dilakukan pria yang merupakan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua tersebut.

“Briptu Heidar memiliki catatan prestasi yang cukup panjang. Yang bersangkutan sangat aktif dalam satgas pengungkapan kasus yang melibatkan KKB,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Tegas! Wapres Minta Serang Balik Pembunuh Briptu Heidar di Papua

Pada 13 Oktober 2016, misalnya, Heidar menangkap Damianus Magay Yogi yang merupakan Panglima KKB wilayah Totiyo-Paniai di Sentani, Jayapura. Selain itu Hedar juga melakukan penangkapan terhadap Jemy Magay Yogi yang merupakan KSAD KKB Totiyo-Paniai, Aloysius Kayame anggota KKB Totiyo-Paniai, dan Jona Wenda sebagai Jubir WPNCL.

Pada 11 November 2017, Heidar turut melakukan aksi pembebasan sandera warga Papua dan non Papua oleh KKB Tembagapura, di Kampung Banti, Distrik Tembagapura.

Baca juga: Briptu Heidar yang Disandera KKB Dikebumikan di Barru Sulsel

Kemudian pada 12 Mei 2018, Heidar menangkap Yogor Telenggen, anggota KKB Lannyjaya di Kampung Usir. Pada 20 Juli 2018, Hedar menangkap Longgop Telenggen, anggota KKB Yambi.

Lalu pada 1 Agustus 2018, Heidar menangkap Wuyungga Tabuni anggota KKB Lannyjaya di Kampung Usir. Selanjutnya 17 Oktober 2018, Hedar menangkap Wemiles Tuwolom, penyuplai senjata dan amunisi KKB Yambi di Jayapura.

Pada 21 Januari 2019, Heidar menangkap Bumi Enumbi, anggota KKB Yambi. Dilanjutkan pada 21 Februari 2019 penangkapan dilakukan terhadap Paku Wanimbo, KKB Yambi.

Terakhir pada 3 Mei 2019, Heidar melakukan penggalangan terhadap senjata dan amunisi Ilaga atas nama Amole, serta mendapatkan dua pucuk senjata api laras panjang dan satu pucuk senjata api laras pendek beserta amunisinya.

Baca juga: Polisi Asal Barru yang Disandera KKB Gugur dalam Tugas di Papua

Heidar tewas tertembak di bagian kepala saat melarikan diri ketika disandera oleh sekelompok orang diduga KKSB. Dia disandera pada Senin (12/8) lalu sekitar pukul 11.00 WIT.

Diketahui Heidar disandera sekelompok orang yang diduga KKSB, ketika hendak melakukan penyelidikan dengan menyamar di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dia mendatangi daerah Puncak Jaya dengan menggunakan sepeda motor bersama rekannya Bripka Alfonso.

Keduanya bertugas tanpa mengenakan seragam polisi dan tidak membawa senjata. Mereka menyamar seperti warga untuk mencari informasi mengenai dugaan intimidasi KKSB terhadap sejumlah warga di sana.

Dedi sendiri mengakui, Heidar sudah dipantau KKSB di Puncak Jaya ini. Mereka mengidentifikasi dan mencurigai orang-orang berdasarkan warna kulit.

“Ya (Dipantau) memang itu kan ada hal-hal khusus yang dicurigai, dari sisi warna kulit, penampilan berbeda, sangat mudah teridentifikasi,” ujarnya.

Heidar sendiri menyamar karena informasi didapatnya ada dugaan intimidasi oleh KKSB terhadap warga setempat. Dedi mengatakan intimidasi yang dilakukan KKSB di sana seperti perampasan bahan makanan, penganiayaan hingga pemerkosaan.

“Proses penyelidikan itu undercover, samaran, memang dapat informasi dari masyarakat, distrik tersebut sering didatangi oleh KKB yang melakukan tindak pidana lainnya lah,” tuturnya. ILA/TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *