close

Imigrasi Bandung Berhasil Ciduk Pelaku Perdagangan Orang ke Cina

oleh -

JURNALIS INDONESIA.ID, CIMAHI – Kantor Imigrasi 1 TPI Bandung telah mengungkap dua tersangka baru jaringan penyelundupan manusia dengan modus “Pengantin pesanan” ke Cina.

Berkat kesigapan, imigrasi berhasil menangkap dua tersangka, yakni Jin Shixiong seorang warga Cina dan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berinisial EM. EM merupakan istri dari Shao Dongdong, tersangka yang lebih dulu ditangkap.

EM berperan mencari wanita Cimahi untuk dijodohkan dengan pria Cina. Sementara Jin Shixiong diduga berperan mencari pria asal Cina.

EM berperan mencari wanita Cimahi untuk dijodohkan dengan pria Cina. Sementara Jin Shixiong diduga berperan mencari pria asal Cina.

“EM mengurus dokumen dan proses pernikahan korban serta mengelola dana untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan itu serta mencari mempelainya wanita asal Indonesia dan menerima keuntungan yang sudah ditarif,” ungkap Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Yosa anggara di Kantor Kejari Kota Cimahi, Selasa (3/12/2019).

Yosa menjelaskan, peran Jin Shixiong sebagai perekrut pria warga Cina yang akan dijodohkan. Nantinya pria itu akan diteruskan kepada Shao Dongdong dan EM.

“Jadi Jin Shixiong ini mencari korban untuk datang ke Indonesia dan mencarikan jodohnya di Indonesia, dia mendapat keuntungan atas perannya itu,” tutur Yosa.

Dalam kasus ini, kedua tersangka tersebut diduga melakukan penyulundupan manusia dengan modus ‘Pengantin Pesanan’.

Meski tidak ada pelanggaran administratif, petugas menilai ada indikasi melanggar pasal 120 ayat 1 UU No 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang penyeludupan orang ke luar negeri.

Modus ini marak dilakukan dengan terlebih dahulu menikah dengan menyiasati aturan Indonesia untuk kemudian mendapat visa masuk ke Cina.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan negara kepada warga negara, kita belum tahu apakah WNI ini akan dipekerjakan di Tiongkok atau tidak,” jelasnya.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi kelas I TPI Bandung menangkap Shao Dongdong (29) di Kota Cimahi pada 8 Juli 2019. Ia diduga masuk dalam jaringan penyeludupan WNI dengan modus pengantin pesanan.

Modus ini dilakukan jaringan kejahatan internasional agar wanita Indonesia bisa berangkat ke Cina untuk kemudian dipekerjakan dan menetap di sana.

“WNA ini menikahi wanita WNI agar bisa mendapat visa ke Tiongkok, namun pernikahan ini dilakukan dengan menggunakan dokumen palsu,” ungkap Ari saat menyerahkan berkas perkara di Kejaksaan Negeri Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (1/10/2019).

Menurut pengakuan Shao, ia diberi upah Rp110 juta jika mampu membawa satu orang wanita Indonesia ke Cina. Dengan petunjuk ini Shao diduga merupakan salah seorang anggota sindikat penjualan manusia dari Indonesia ke Cina.

Menurutnya, pelaku asal Heilongjiang ini diketahui menikahi WNI tanpa prosedur yang sesuai dan dokumen yang dipalsukan. Di lain sisi, pelaku pun menjodohkan WNA Cina lain dengan WNI dan mendapatkan keuntungan.

“Pelaku mengakui melakukan praktek perjodohan WNA (Cina) dengan WNI untuk dibawa ke Tiongkok,” katanya.

Pelaku terbukti menyelenggarakan pernikahan tidak sesuai hukum. WNI yang dinikahi kemudian dibawa ke Cina mengandung unsur penyelundupan manusia.

“Pelaku punya istri WNI, melalui istrinya mencari wanita lain yang mau dikawinkan dengan warga negara RRT dan dibawa ke sana,” katanya.

Ari mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, ada dua orang korban yang hendak diselundupkan yang berhasil digagalkan. Pihaknya mendapatkan informasi jika di KBRI Beijing terdapat beberapa orang yang menjadi korban pengantin pesanan.

“Saat ini di KBRI masih menangani kasus pengantin pesanan yang belum dipulangkan ke Indonesia. Apakah ada kaitannya dengan kelompok di sini masih dilakukan pendalaman,” ujarnya. NSS/TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *