close

Ketahanan Melayani Pasien Tinggal 5 Bulan, BPJS Kesehatan Menunggak Pembayaran di RSUD Rantauprapat Rp15 Miliar

oleh -

JURNALIS INDONESIA.ID, LABUHANBATU – Ketahanan dana untuk melayani pasien tinggal lima bulan lagi, sementara Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS) cabang Labuhanbatu menunggak pembayaran klaim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat mencapai Rp15 miliar.

Hal ini diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daeran (RSUD) Rantauprapat, dr H Syafrin RM Harahsp SpB, menjawab pertanyaan khusus jurnalisindonesia.id, di ruang kerjanya, Rabu (11/9/2019) siang.

Disebutkannya, tunggakan klaim tersebut terhitung sejak bulan Mei, Juni dan Juli 2019. Saat ini, akan masuk klaim bulan Agustus 2019.

Syafril menjelaskan, klaim kepada BPJS Kesehatan dari RSUD Rantauprapat setiap bulannya antara Rp 5,1 sampai Rp 5,7 miliar.

Direktur Rumah Sakit Umum Daeran (RSUD) Rantauprapat, dr H Syafrin RM Harahsp SpB

Hal ini katanya, di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu itu, daya tampung rata-rata pasien rawat inap sebanyak 700-800 orang setiap bulan. Sementara pasien rawat jalan mencapai 8000-an perbulannya

Menurut Harahap, toleransi RSUD Rantauprapat terhadap tunggakan klaim BPJS Kesehatan itu paling lambat lima bulan. Dan bila lebih, itu lebih lama lagi akan berdampak terganggunya pelayanan di RSUD Rantauprapat.

Karena, lanjutnya, manajemen dalam hal pengadaan barang dan jasa rumah sakit, seperti obat-obatan dan makanan serta membayar jasa medis, mengalami kesulitan mencarikan dananya.

“Jika 5 bulan, RSUD Rantauprapat masih sanggup membiayai operasional. Tapi lebih dari itu, akan terganggu pengadaan obat-obatan dan pembayaran jasa pelayanan,” jelas Syafril. YAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *