close

Kunker ke Kepulauan Masalembu, Bupati Sumenep Disuguhkan Keresahan Warga Soal Pembangunan

oleh -
Bupati Sumenep, A Busyro Karim saat berada di Pelabuhan Masalembu

JURNALIS INDONESIA.ID, SUMENEP – Melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kepulauan / Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Bupati Sumenep disuguhkan keresahan warga setempat soal pembangunan di wilayah itu. Keresahan itu disampaikan langsung oleh sejumlah pemuda Masalembu saat bertemu dengan Bupati Sumenep, A Busyro Karim dirumah singgah yang ditempati pada Minggu (17/11/2019).

“Pembangunan Masalembu sampai saat ini belum jelas. Kerancuan anggaran milyaran rupiah yang masuk ke Masalembu. Alokasi anggaran yang berasal dari Program DD dan ADD, Pokir DPRD Sumenep lewat APBD dan Pokmas APBD Jatim, yang masuk ke Pulau Masalembu, wujud pembangunannya masih belum jelas,” kata Trisno.

Bahkan selain Trisno, Juhairi yang juga Pemuda Masalembu menambahkan, bahwasanya untuk pembangunan di Kecamatan Masalembu dinilai tidak ada pengawasan.

“Pembangunan di Masalembu ini, nyaris tidak ada pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep,” kata Juhairi saat bertemu dengan Bupati Sumenep bersama sejumlah Pemuda Masalembu lainnya.

Pada kesempatan audensi dengan Bupati Sumenep, Juhairi menyatakan, pihaknya sudah menemui Inspektorat dan Kejaksaan Sumenep, agar melakukan audit atas sejumlah pembangunan yang ada di Pulau Masalembu.

Namun, dikatakan Juhairi, jawaban dari kedua instansi baik dari Inspektorat dan Kejaksaan Sumenep menyebut terkendala anggaran dan SDM untuk melakukan audit ke Kecamatan Masalembu.

“Jadi, kami bingung harus ke siapa menyampaikan keresahan warga Masalembu,” paparnya.

Bupati Sumenep saat bersama sejumlah Pemuda Masalembu

Sementara, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mendengar sejumlah pernyataan yang disampaikan oleh Pemuda Masalembu, melempar pertanyaan ke Camat Masalembu, Heru Cahyono yang ikut mendampingi. “Pihak Kecamatan tahunya pekerjaan dari DD dan ADD di LPJ (Laporan pertanggung jawaban-red) sudah selesai semua,” jawab Camat Heru.

Bahkan juga, Juhairi menyatakan, bahwa pihaknya pernah menyampaikan ke Kejaksaan Sumenep soal anggaran pengecatan jalan senilai ratusan juta rupiah. Tapi Kejaksaan minta bukti atas pekerjaan tersebut.

“Bagaimana bisa menunjukkan bukti, dilapangan tidak ada bukti,” tambahnya.

Sementara itu pula, Bupati Sumenep, A Busyro Karim ketika mendengar langsung testimoni dari sejumlah Pemuda Masalembu, memerintahkan agar Camat Masalembu, Heru Cahyono minta data ke Sekretariat DPRD Sumenep. Menurut Bupati, Camat harus mengantongi data tentang anggaran yang masuk di Masalembu.

“Silahkan minta data ke Sekretariat DPRD jika berkaitan dengan Pokir anggota DPRD. Termasuk juga, sebagai Camat harus banyak komunikasi dengan para pemuda ini untuk memiliki banyak data,” ungkapnya.

Diketahui, kunker Bupati Sumenep A Busyro Karim, didampingi istrinya Nurfitriana Busyro. Saat ini istri Bupati Sumenep itu juga telah mendaftarkan dirinya maju menjadi Bakal Calon Bupati Sumenep di Pilkada Mendatang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kunker itu, ikut juga Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan unsur pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) setempat. Kunjungan itu berlangsung selama tiga hari, dengan melakukan berbagai macam agenda kerja, diantaranya pertemuan atau tatap muka bersama ASN, tokoh masyarakat dan pemuda, Kepala Desa, dan unsur masyarakat lainnya.

Seperti juga memberitahukan secara langsung, bahwa tahun 2020 masyarakat Masalembu sudah bisa menikmati aliran Listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara).

“Termasuk, mulai hari ini, jaringan 3G Telkomsel di Masalembu sudah mulai aktif,” kata Bupati Busyro, didepan undangan dan tamu yang hadir saat sambutan acara pertemuan di Pendopo Kantor Kecamatan Masalembu, Minggu (17/11).

Bupati Busyro juga menyampaikan, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Masalembu sudah diketahui. Bersama instansi terkait apa yang menjadi aspirasi masyarakat Masalembu akan di wujudkan. Dan Alhamdulillah, mulai hari ini, masyarakat Masalembu bisa menggunakan layanan internet menjadi lebih lancar.

“Ingat, kelancaran internet bisa membawa dampak negatif dan positif. Hati-hati menggunakan jaringan internet,” pesannya.

Berkenaan dengan kebutuhan jaringan listrik, diterangkan Bupati Busyro, bahwa progres dalam mewujudkan PLN di Masalembu, sudah ada kesanggupan dari PLN untuk beroperasi di Masalembu pada tahun 2020 mendatang.

“Silahkan Pak Ramli, Kepala Dinas PMD untuk menyampaikan surat yang dari PLN,” kata Bupati Busyro, kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Moh Ramli yang juga hadir mendampingi di kunker ke Kepulauan Masalembu. ILY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *