close

Perkembangan Digital School, Disdik Sumenep Akan Luncurkan Program Kartu Cerdas Siswa

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs Bambang Irianto, M.Si.

JURNALIS INDONESIA.ID, SUMENEP – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di era teknologi saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus melakukan inovasi dan terobosan baru, seperti halnya program kartu cerdas bagi siswa yang akan diluncurkan pada tahun tahun ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs Bambang Irianto, M.Si, bahwa pada tahun 2019 ini sebagai perkembangan dari program digital school yang sudah diterapkan, juga akan meluncurkan program kartu cerdas bagi siswa.

“Nantinya, kartu cerdas siswa itu memiliki dua fungsi, yaitu bisa sebagai absensi siswa dan juga buku tabungan,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, dengan adanya kartu cerdas siswa yang salah satunya berfungsi sebagai kartu absensi, para siswa itu setiap masuk sekolah harus menggesekkan kartu tersebut sebagai absensi. Tapi absensi manual juga tetap berjalan.

“Yang kemudian setelah kartu itu di gesek secara otomatis ada notifikasi kepada orangtua atau wali murid siswa itu,” paparnya.

Di sisi lain, ungkap Bambang Irianto, kartu cerdas siswa yang merupakan perkembangan dari digital school juga berfungsi untuk buku tabungan yang akan mengajarkan kepada para siswa untuk menabung.

“Di kartu cerdas itu kami (Disdik-red) akan bekerjasama dengan Bank Jatim. Jadi uang tabungan para siswa akan lebih aman di bank,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan Bambang Irianto bahwa kartu cerdas siswa itu, selain mengikuti era digital tujuan utamanya semata-semata untuk mengajarkan para siswa disiplin dalam mengikuti pelajaran.

“Sehingga dapat dipastikan tidak ada lagi siswa untuk bolos, karena dengan kartu cerdas itu sudah terpantau langsung oleh pihak sekolah serta orang tua siswa,” terangnya.

Ditambahkan Bambang Irianto, dalam rencana peluncuran kartu cerdas siswa itu akan dilakukan uji coba kepada sejumlah sekolah rujukan khususnya tingkat sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Sumenep.

“Semoga program ini bisa berjalan dengan lancar, sebab kartu siswa ini baru akan dilakukan uji coba di beberapa SMP Negeri rujukan,” tutupnya. ILY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *