close

Pihak Keluarga Berharap Perhatian Pemkab Bima Terkait Jatuhnya TKI dari Lantai 11 Apartemen di Taiwan

oleh -
keluarga Syafruddin di Taiwan

JURNALIS INDONESIA.ID, JAKARTA – Jatuhnya Syafruddin dari lantai 11 apartemen tempat tinggalnya di Taiwan pada Selasa (5/11/19) lalu sekitar pukul 21.00 waktu setempat, menyebabkan kondisinya parah.

Kini Syafrudin saat ini masih membutuhkan bantuan khusunya dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Pemkab Bimaa-red) untuk membantunya.

Salah satu pihak keluarga korban asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedang berada di Taiwan, Jhody mengatakan bahwa Syafruddin masih tengah dirawat dan sangat membutuhkan biaya yang sangat besar.

Baca juga: Seorang TKI Asal Desa Sie Jatuh Terpeleset dari Lantai 11 Apartemen di Taiwan

“Kami sangat berharap kepada pemerintah Indonesia lebih khususnya pemimpin kami yakni Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri SE, dan Wabup untuk merespon masalah ini,” ungkapnya dalam rilis yang diterima jurnalisindonesia.id, langsung dari Taiwan. Minggu (10/11/2019).

Syafruddin, TKI di Taiwan warga asal Bima, tangah masih dalam perawatan medis di RS di Taiwan

Jhody berharap agar masalah yang dihadapi saat ini bisa ditanggapi oleh pemerintah dengan secepat mungkin.

“Disini kami membutuhkan tidak sedikit biaya pengobatan Syafrudin, jadi kami sangat-sangat berharap kepada pemerintah dearah untuk menanggapinya,” harapnya.

Baca juga: Jatuh Terpeleset dari Lantai 11, Safaruddin Berjuang Melawan Maut di Landseed International Hospital, Taiwan

Saluran donasi kami atasnama Imanullah BNI: 0264985757.

Diberitakan sebelumnya jurnalisindonesia.id, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Syafrudin (26) asal Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima mengalami nasib naas. Korban mengalami luka serius akibat terpeleset dari lantai 11, di salah satu apartemen tempat tinggalnya yang terjadi pada Selasa (5/11/2019) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Baca juga: TKI Asal Bima yang Jatuh dari Lantai 11 Apartemen di Taiwan Sudah Sadarkan Diri

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari salah satu kerabat korban Ukhty Lita mengatakan bahwa, saat ini, korban sedang tidak sadarkan diri dan tengah di rawat secara intensif di Rumah Sakit Landseed International Hospital daerah Zhongli di negara Taiwan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan tangan, dan belum ada informasi secara pasti tentang kondisi fisiknya secara keseluruhan,” kata Ukhty Lita di Taiwan dalam keterangan tertulisnya. AMN/TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *