8 Pertanyaan Mengenai Cacar Monyet yang Perlu Diketahui, Mulai Apa Saja Gejala Monkeypox?


Monkeypox-TheDigitalArtist-Pixabay

JURNALIS INDONESIA – Apa yang perlu diketahui mengenai Cacar Monyet atau Monkeypox?

Cacar monyet atau disebut juga monkeypox akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan warga net Indonesia.

Mengenai sejarahnya sendiri, cacar monyet mulai terungkap sejak tahun 1970.  Penyakit zoonosis ini disebabkan oleh virus Monkeypox.

(BACA JUGA:Dianggap Mirip dengan Penyakit Menular Seksual, Ini 3 Ciri Baru Cacar Monyet atau Monkeypox)

World Health Organisation (Who) mencatat kasus cacar monyet pertama pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo kemudian menyebar di berbagai negara di Afrika. Dugaan reservoir adalah kera, kelelawar, dan tikus.

Penularan monkeypox atau cacar monyet dari manusia ke manusia yakni ketika penderita cacar monyet melakukan kontak langsung dalam waktu lama melalui pernapasan udara.

Virus monkeypox ini berasal dari virus variola adalah virus yang menyebabkan cacar. Pada manusia, gejala cacar monyet tampak serupa dengan gejala Cacar Air, akan tetapi lebih ringan.

(BACA JUGA:Cegah Cacar Monyet Masuk ke Indonesia, Mentri Kesehatan: Monkeypox dapat Dihindari dengan Vaksinasi Smallpox)

Gejala yang timbul bisa dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Perbedaan utama antara gejala cacar monyet dan cacar air adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

Terkait munculnya dugaan dari kasus Monkeypox ini, Kementerian Kesehatan menerangkan beberapa pertanyaan dan jawaban seputar cacar monyet atau monkeypox. Dilansir dari infeksiemerging.kemkes.go.id, berikut seputar tanya jawab mengenai cacar monyet atau monkeypox diantaranya adalah.

`
Kategori : Kesehatan