close

SMKN 3 Barru Klarifikasi Soal Pemberitaan yang Diduga Terjadi Bisnis Seragam

oleh -
Kepala Sekolah SMKN 3 Barru, Drs Abdul Hamid, MM saat jumpa pers jurnalisindonesia.id

JURNALIS INDONESIA.ID, BARRU – Terkait dengan pemberitaan soal dugaan melakukan penjualan pakaian sekolah antara lain, pakaian seragam, pakaian olahraga dan pakaian batik tanpa melalui persetujuan orangtua murid dan komite sekolah, pihak SMKN 3 Barru memberikan klarifikasinya.

Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SMKN 3 Barru, Drs Abdul Hamid, MM, Rabu (9/10/2019) sore, menjelaskan bahwa sebenarnya masalah pakaian sudah selesai dan tidak ada “bisnis” di dalamnya. Sekolah hanya memfasilitasi pakaian batik dan olahraga demi keseragaman.

Sedangkan untuk pakaian putih abu-abu, lanjut Abdul Hamid, itu dipersilahkan beli di luar.

“Mengingat pakaian tersebut banyak di jual di luar dan sekolah tidak mengharuskan pakaian baru asalkan memasang identitas sekolah, intinya tidak ada paksaan kepada siswa. Sementara pakaian Pramuka sama sekali tidak diurus, boleh pakaian Pramuka dari SMP tinggal mengganti identitas Gudep,” ucapnya kepada jurnalisindonesia.id, saat jumpa pers, Rabu.

“Jadi tetap sekolah yang memfasilitasi pengadaan masalah seragam itu, ini bertujuan untuk mempermudah para siswa, namun seragam yang diberikan ke siswa itu hanya pakaian olahraga dan batik, sedangkan untuk seragam putih abu-abu kalau siswa ingin pesan maka kami bantu untuk pengadaannya, jadi sekali lagi kami hanya bantu siswa,” ujarnya.

Disinggung soal besaran harga seragam senilai Rp540 ribu untuk 3 jenis seragam, Abdul Hamid menjelaskan bahwa seragam tersebut hanya 2 macam yang dilayani.

“Disini kami hanya melayani 2 jenis seragam [pakaian olahraga dan batik], kemudian soal harga senilai Rp540 ribu itu karena siswa ingin juga putih abu-abu, makanya harganya segitu untuk semuanya, namun kami tegaskan bahwa pakaian olahraga dan batik-lah yang kami layani, ya itu kisaran Rp300 ribuan itu termasuk topi dasi dan identitas sekolah, itupun ada sisa lebih dan sisa uang siswa kami kembalikan, seandainya kami berbisnis pasti kami ambil sisanya, tapi ini tidak, kami kembalikan,” ungkapnya.

“Sebelumnya ini sudah kami sampaikan ke siswa, otomatis siswa sampaikan ke orangtua, buktinya ada beberapa orang tua siswa yang datang  membayar dan meminta pihak sekolah yang memfasilitasi,” ia menambahkan.

Terkait dengan penyampaian kepada pihak komite sekolah, ia mengatakan, selama ini memang tidak ada komite sekolah karena kepengurusannya sudah habis masa periodenya.

“Periode kepengurusan komite sekolah memang sudah habis, itu saat menjelang pemilu kemarin, dan komite sekolah saat ini masih ada sampai sekarang, hanya belum ada yang bertindak sebagai penanggungjawab di dalamnya,” jelasnya.

Guru Diduga Lalai Mengajar

Abdul Hamid menjelaskan bahwa memang saat itu ada 3 guru yang berhalangan hadir untuk mengajar.

“Nah dari 3 guru ini memang berhalangan hadir, guru matematika cuti melahirkan sekitar 2 minggu yang lalu, sedangkan guru bahasa inggris mengalami musibah kecelakaan lalu lintas dan belum sehat betul, dan guru satu lagi mengalami sakit sesak nafas pada saat itu dan sempat di periksa di salah satu puskesmas di Barru,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, memang saat itu proses belajar mengajar sedikit terhambat. Dan sekarang ini semua guru sudah aktif kembali.

“Tapi ada satu guru yang masih sakit yakni yang kecelakaan lalu lintas itu, dan bahkan kalau ada kelas yang kosong gurunya itu cepat kami gantikan dengan guru yang lainnya untuk antisipasi kekosogan pembelajaran,” tuturnya.

Jadi pada intinya, kata Abdul Hamid, terkait berita di media tersebut telah ditindaklanjuti oleh KCD Wilayah VIII (Barru, Parepare, Sidrap) dengan melakukan rapat koordinasi mengenai kegiatan belajar mengajar di sekolah serta berbagai permasalahan sebagaimana diberitakan media.

“Sudah kami klarifikasi dengan pihak KCD, baik pihak pelapor, kepala seksi dan satuan pengawas pendidikan hadir semua dan itu kami lakukan pada Selasa (8/10/19) kemarin setelah pemberitaan itu terbit, dan semua sudah tidak ada masalah lagi,” tutupnya. FSL/RDW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *